Showing posts with label corat-coret. Show all posts
Showing posts with label corat-coret. Show all posts

Friday, 29 March 2013

My Personality Type : The Dreamy Idealist

Tipe Idealis Pemimpi,
  • Sangat berhati-hati.
  • Tampak pemalu dan pendiam bagi orang lain. 
  • Berbagi kehidupan emosional serta pendapat-pendapat kuat dengan sedikit sekali orang. 
  • Memiliki sistem nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang murni dan mulia yang menonjol yang demi hal-hal itu mereka bersedia mengorbankan banyak hal. 
  • Selalu berusaha keras memperbaiki dunia. 
  • Dapat sangat memikirkan orang lain dan melakukan banyak hal untuk mendukung dan membela mereka. 
  • Tertarik dengan sesama, penuh perhatian dan murah hati terhadap mereka. 
  • Begitu antusiasme akan suatu hal atau orang bangkit, mereka dapat menjadi pejuang yang tak kenal lelah.

Bagi tipe Idealis Pemimpi, 
  • Hal-hal praktis tidak benar-benar penting. 
  • Hanya menyibukkan diri dengan tuntutan-tuntutan harian yang duniawi saat benar-benar perlu. 
  • Cenderung hidup sesuai dengan semboyan “the genius controls the chaos” – sehingga biasanya memiliki karir akademik yang gemilang. 
  • Kurang tertarik dengan detail.
  • Lebih suka melihat sesuatu secara keseluruhan, artinya masih memiliki pandangan menyeluruh yang baik ketika sesuatu mulai menjadi rumit. 
  • Sesekali dapat melewatkan sesuatu yang penting. 
  • Cenderung tidak terang-terangan menunjukkan ketidakpuasan atau kejengkelan melainkan memendamnya, karena mereka menyukai kedamaian.
  • Ketegasan bukan salah satu kekuatan mereka. 
  • Membenci konflik dan persaingan. 
  • Lebih suka memotivasi orang lain dengan sifat ramah dan antusias. 

Di lingkungan kerja,
  • Merupakan teman dan pasangan yang suka menolong dan setia.
  • Memiliki integritas. 
  • Kewajiban menjadi hal yang sangat sakral. 
  • Perasaan orang lain penting bagi mereka.
  • Senang membuat orang lain bahagia. 
  • Mereka puas hanya dengan lingkaran kecil pertemanan; 
  • Kebutuhan akan kontak sosial tidak begitu menonjol karena butuh banyak waktu untuk diri sendiri. 
  • Tidak ahli berbasa-basi. 
  • Jika seseorang berharap berteman dengan mereka atau memiliki hubungan dengan mereka, orang itu harus mau berbagi dunia pemikiran mereka dan bersedia berpartisipasi dalam perbincangan mendalam. Jika Anda berhasil melakukan itu Anda akan dianugerahi dengan kemitraan yang luar biasa intensif dan kaya. 
  • Barangsiapa mendapatkan mereka sebagai atasan tidak akan pernah mengeluh kekurangan pujian.
  • Karena tuntutan-tuntutan mereka yang tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain, tipe kepribadian ini kadang-kadang menjejali hubungan dengan gagasan-gagasan romantis dan idealis hingga tingkat tertentu sehingga membuat pasangan merasa terbebani atau minder. 
  • Tidak jatuh cinta dengan mabuk kepayang namun ketika jatuh cinta mereka menginginkannya menjadi cinta sejati yang tak berkesudahan.

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini
  • introvert, 
  • teoritis, 
  • emosional, 
  • spontan, 
  • idealis, 
  • pemimpi, 
  • emosional, 
  • menyenangkan, 
  • pendiam, 
  • ramah, 
  • bergairah, 
  • setia, 
  • perfeksionis, 
  • senang membantu, 
  • kreatif, 
  • sabar, 
  • penuh rasa ingin tahu, 
  • keras kepala, 
  • integritas, 
  • bersedia berkorban, 
  • romantis, 
  • hati-hati, 
  • pemalu, 
  • cinta kedamaian, 
  • rentan saat dikritik, 
  • sensitif, 
  • komunikatif,
  • imajinatif.

Bidang ini bisa menarik minat seseorang bertipe Idealis Pemimpi
  • sastra, 
  • filsafat, 
  • psikologi, 
  • musik, 
  • seni (museum), 
  • menulis, 
  • menggambar / melukis, 
  • astrologi, 
  • hal spiritual, 
  • meditasi, 
  • kerajinan (handicrafts), 
  • relawan

Hampir keseluruhan penggambaran tipe ini cocok dengan saya yang sekarang. Ya, entah untuk satu, lima, atau sepuluh tahun mendatang. Masih kah seperti ini atau tidak.

Hal yang penting untuk saya lakukan adalah memanfaatkan kekuatan untuk mengatasi dampak dari kekurangan yang ada.

Barangkali ada yang mau mencoba tes nya juga, bisa dicoba di sini.

Thursday, 28 March 2013

Boy!

"Bro" merupakan kata sapaan yang sering terdengar sebagai kependekan dari "brother". Dari bahasa asalnya (bahasa inggris) kata "brother" berarti saudara laki-laki, sehingga sapaan ini umum ditujukan untuk kawan laki-laki yang sudah seperti saudara sendiri atau dianggap sebagai saudara karena akrabnya. Lalu bagaimana untuk kawan yang perempuan? Sapaan yang dikenal adalah "sist" sebagai kependekan dari "sister". Sehingga cukup akrab di telinga sapaan "bro & sist".

Boy!

Lalu bagaimana dengan kata "boy" ini? "Boy" merupakan kata dalam bahasa inggris yang berarti anak laki-laki.  Entah, apakah di daerah asalnya, kata ini dipakai untuk menyapa anak laki-laki atau tidak. Hal yang pasti adalah kata "boy" sudah menjadi kata sapaan akrab untuk saling menyapa mahasiswa satu jurusan saya (yang dominan memang laki-laki). Hmm, saya merasa dibanding mengatakan, "Eh, Kamu!" memang lebih enak terdengar, "Eh, Boy!" (tapi tidak dengan nada lemah lembut ya..)

Jadi, apa masalahnya? Kebiasaan ini ternyata terbawa sampai keluar wilayah jurusan. Ya, tanpa disadari, saya jadi lebih nyaman menyapa orang lain dengan kata "boy" ini, entah dia laki-laki atau pun perempuan. Tidak mengherankan jika ada orang yang terhenti sesaat/sedikit memincingkan mata/agak bertanya-tanya - terutama perempuan - ketika saya secara spontan menggunakan kata "boy" ini sebagai sapaan. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dengan kata sapaan ini. 

Bahasa bisa berkembang kok. Dalam kasus ini anggap saja ada perluasan makna (ini hanya alasan penulis saja, tidak perlu ditanggapi serius).

Sunday, 4 November 2012

Terjaga di Saat yang Tepat

Tiba-tiba dia duduk di sampingku. Aku pun kaget dan terjaga, sembari berusaha memahami situasi saat itu. Tak sampai tiga detik, aku menyadari bahwa ada hal yang harus kulakukan. Bersikap siaga.

Ini bukan kali pertama aku bertemu dengan mereka. Meski tak yakin mereka adalah orang-orang yang persis sama dengan yang saya jumpai pertama kali, tapi apa yang mereka lakukan tidak lah jauh berbeda. Bekerja berkelompok dan memanfaatkan kelengahan dan penuh sesak penumpang dalam bus kota. Hampir saja aku menjadi korban tangan-tangan jahil mereka.

Mungkin ada banyak cara yang mereka lakukan dalam beroperasi mencari mangsa. Tapi, setidaknya ada beberapa tindak-tanduk yang dapat diamati agar dapat bersikap siaga.

  1. Umumnya mereka bekerja secara berkelompok, jadi jika ada keributan di sisi lain bus, jangan kehilangan kewaspadaan karena bisa jadi masih ada komplotannya di samping kita yang menunggu kita lengah.
  2. Mereka seringkali memanfaatkan kondisi penuh sesak penumpang dalam bus. Selalu awasi barang bawaan, terutama dalam kondisi penuh sesak karena mereka berkesempatan merapat pada kita tanpa kita sadari.
  3. Biasanya mereka menutupi gerak-gerik tanggannya menggunakan tas kosong (mungkin tas gendong, bisa juga tas selempang) yang ditaruh di depannya. Kalau mendapati orang dengan tindak-tanduk mencurigakan dan berpenampilan seperti ini, bersikaplah siaga dengan selalu mengamati posisi tangan mereka dan menjauhkannya dari barang bawaan kita.

Meski mereka sering menggunakan kesempatan saat penuh sesak, bukan berarti kita bisa melonggarkan kewaspadaan kita. Ya, seperti hari ini. Kondisi bus yang kunaiki tidaklah penuh sesak. Bahkan ada banyak bangku kosong. Tapi ternyata, mereka tetap saja berusaha menjalankan aksinya. Untunglah, tadi aku terjaga di saat yang tepat, sehingga tidak jadi korbannya. Walaupun begitu, tampaknya aku tetap harus berhati-hati jika bertemu dengan mereka lagi, karena salah satu anggotanya melambaikan tangan dan memasang senyuman saat aku turun dari bus. Senyuman berbahaya. 

Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga kita.

Sunday, 7 October 2012

Mengapa Berhenti Menulis?

Sudah begitu lama saya tidak membuka-buka laman blogger saya sendiri. Alasannya klasik, tidak sempat. Meski sempat pun hanya sekedar melihat apa ada post baru dari kawan-kawan saya. Ya, hanya sekedar itu saja. Padatnya rutinitas kegiatan seolah-olah menghalangi timbulnya kesempatan untuk menulis. Padahal, setelah dipikirkan lebih jauh lagi. Bukanlah kegiatan lain itu yang menjadi penghalang untuk menulis, melainkan semuanya terletak pada diri saya sendiri.

Seringkali terlintas dalam benak saya. Kemanakah perginya cita-cita saya itu. Cita-cita untuk dapat menulis dan terus menulis. Hingga saya dapat menghasilkan tulisan yang bermutu dan bermanfaat. Mungkin juga hingga saya menerbitkan buku sendiri bila memang diperlukan.

Sayang, cita-cita itu akan terlupakan begitu saja tanpa sempat memulai pencapaiannya, jika saya terus menerus mengabaikan kegiatan tulis-menulis dari daftar kegiatan rutin saya. Maka, blog ini tentu saja akan saya manfaatkan sebagai salah satu media saya menulis. Mungkin akan ada isi tulisan yang tidak menarik bagi Anda. Tapi siapa tahu di lain waktu saya bisa menulis hal yang menarik bagi Anda.

Ah, ya, mungkin saja. Mungkin saya pun mulai melupakan rutinitas membaca, sehingga rasa enggan untuk menguntai kata terus saja bermunculan.

Ada amalan yang tidak terputus meski sang pelaku telah meninggal dunia: doa dari anak sholeh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat. Begitulah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Tentu tulisan yang bermanfaat merupakan salah satu aplikasi dari ilmu yang bermanfaat. Jadi, Mengapa berhenti menulis?

Baiklah. Kalau begitu, mulai sekarang, bukan lagi "tidak ada waktu bagi saya untuk membaca", tetapi "akan ada waktu yang dapat saya gunakan untuk membaca. Dan bukan pula "saya sibuk, saya tidak sempat menulis", melainkan "saya sudah mengalokasikan waktu untuk menulis, jadi kesibukan bukan masalah"

Tuesday, 31 July 2012

Bangun Tiga Dimensi - 2

Belakangan ini sedang ramai isu naiknya harga kedelai impor. Banyak juga pengusaha tahu-tempe yang mogok usaha sehingga peredaran tahu-tempe menjadi sepi di pasaran. Hingga berikutnya disepakati oleh para pengusaha tahu-tempe untuk tetap menjalankan usaha mereka. Alhasil, harga tahu-tempe menjadi melonjak. Lalu apa pula kaitannya dengan bangun tiga dimensi?

Ini hanya terinspirasi dari kegiatan kecil di rumah. Ketika harga tahu-tempe menjadi mahal, ibu saya tetap membeli dua potong tempe. Ukurannya tidak berbeda, tapi harganya tidak lagi sama. Hal yang menarik adalah potongan dari tempe itu. Bentuknya menyerupai jajar genjang. Ya, lagi-lagi dengan ada sisi yang menyerong. Spontan saja terlintas dalam pikiran saya. Ternyata bukan hanya tahu saja.

Sayang sekali, bentuk potongannya tidak sempat saya abadikan.

Saturday, 21 July 2012

Bangun Tiga Dimensi

Hari ini, salah satu hidangan untuk berbuka puasa adalah tahu goreng dengan potongan menyerong. Hal ini mengingatkan saya kembali pada perkataan guru matematika saya sewaktu saya berseragam putih abu dahulu. "Mengapa seorang ibu sering kali memotong tahu dengan potongan yang menyerong?" Jawabannya mudah saja. "Karena dengan potongan menyerong itu, seorang ibu akan mendapatkan potongan tahu dengan volume yang sama, namun luas penampang yang lebih luas sehingga terlihat lebih besar."

Meski menurut ibu saya itu hanya masalah selera dan urusan keindahan. Tapi saya tetap teringat, karena dengan ini saya terbantu ketika belajar mengenai bangun tiga dimensi dahulu. Ya, guru saya itu selalu mengatakan untuk membayangkan tahu yang dipotong-potong saat mempelajari bangun tiga dimensi.

Selalu ada cara untuk belajar. -rumidita-

Tahu goreng dengan potongan menyerong

Wednesday, 4 January 2012

Memberi Jawaban

Ini adalah tulisan yang dipersembahkan untuk menjawab 'tantangan' dari seorang kawan. Permainan ini menarik menurut saya karena kita jadi dapat mengenal lebih jauh sahabat kita. Nah, sesuai dengan peraturannya, yaitu





saya akan menuliskan terlebih dulu 11 hal yang berkaitan dengan saya. 
  1. Handycraft. Saya sangat suka dengan benda yang satu ini, baik melihat, membeli (kalau ada uang), apalagi membuat. Memang terlihat bertentangan dengan apa yang saat ini saya pelajari di bangku kuliah, atau justru apa yang saya pelajari di bangku kuliah itu yang bertentangan dengan minat saya. Tentu tidak seperti itu. Saya suka kedua sisi itu, jadi tidak perlu ada yang saya sisihkan. 
  2. Children. Eits, bukan berarti saya pengen cepet punya anak, menikah saja belum, hehehe. Tapi saya senang memperhatikan tingkah laku anak-anak. Mereka mengajarkan banyak hal pada diri saya yang seringkali terbelenggu oleh kata DEWASA. 
  3. Energy. Ya, menyeimbangkan poin nomor satu. Bukan soal ketertarikan saja. Ada cita-cita saya di sini. Membangun negeri dari sisi energi. Semoga dapat terwujud. Aamiin. 
  4. Creative. Banyak orang bilang kalau saya termasuk orang yang kreatif. Kalau saya mencoba mencari alasannya, mungkin akan kembali pada poin pertama, kegemaran saya. 
  5. Writing. Cita-cita saya salah satunya ingin jadi penulis. Tidak harus menjadi seorang penulis profesional yang dikenal dengan banyak karya-karyanya. Saya hanya ingin apa yang saya rasakan dan pikirkan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. 
  6. Beach. Saya sangat suka pergi ke pantai, apalagi kalau berpasir putih, tidak terlalu ramai, dan bersih. 
  7. Detective. Ini adalah genre dari novel, komik, hingga film yang saya gemari. Sulit rasanya untuk mengganggu saya jika saya sedang terhanyut di dalamnya. 
  8. Blue. It's my favourite colour. Mungkin ini juga yang menyebabkan saya senang memandang ke lautan yang terhampar luas, dan langit yang begitu cerah. 
  9. Chocolate. Pasti banyak orang yang menyukai makanan ini. Ya, salah satunya saya. Kalau ada event, entah sedih atau senang, makanan ini biasa saya jadikan pelarian. 
  10. Ice Cream. Serupa dengan poin 9. Sering saya jadikan teman pelarian dari kesedihan ataupun kegembiraan yang berlebihan. 
  11. Milk. Mengapa harus dicoret? Ya, karena ini adalah hal yang saya tidak suka. terutama yang bentuknya murni cairan. Tapi kalau sudah diolah menjadi keju, yoghurt, kue, es krim, atau yang lainnya, saya masih bisa menurunkan batas toleransi untuk jumlah yang dapat tubuh saya terima. 

Lalu, berikut adalah sebelas pertanyaan yang harus saya jawab, sekaligus jawaban dari saya,

  1. Kota mana kah yang menjadi impianmu sebagai tempat tinggal nantinya? Kenapa? Kalau pilihannya dalam kota di dalam negeri, saya pilih Bandung. Cuaca dan udaranya paling nyaman lah jika dibandingkan dengan tempat-tempat lain yang sudah saya kunjungi. 
  2. Kapankah terakhir kali engkau melihat orang tuamu menangis? Boleh tahu alasannya? Tidak pernah. Sepertinya mereka sangat tidak ingin terlihat seperti itu di hadapan anak-anaknya. 
  3. Seandainya engkau diberi 1 kesempatan mengetahui rahasia langit. Pertanyaan apakah yang hendak engkau ajukan? Apa saja yang terjadi pada rentang waktu setelah saya dilahirkan hingga saya dapat benar-benar mengingat suatu kejadian. 
  4. Hal apakah yang engkau lakukan saat jenuh, penat, atau sedih menyapamu? Makan es krim, coklat, atau jalan-jalan ke toko buku. 
  5. Dari 114 surat dalam Al-Quran, surat apakah yang paling engkau suka/sering engkau baca? Mengapa? Tidak ada salah satu surat yang secara sengaja sering saya baca. 
  6. Jika engkau boleh memilih, kampus manakah yang engkau ingin menuntut ilmu di dalamnya? Technische Universität München. 
  7. Pernahkah mengalami depresi dalam hidup? Bagaimana solusinya ketika itu? Pernah. Solusi yang terpikirkan saat berhadapan dengan depresi itu adalah mencari orang yang tepat untuk mendengarkan cerita ke-depresi-an saya. Tepat yang saya maksud di sini, adalah yang dapat memberikan jawaban yang solutif terhadap permasalahan saya itu. 
  8. Apakah mimpi besar yang sampai saat ini belum engkau capai? Pergi ke luar negeri. 
  9. Apakah buku yang paling berkesan selama ini? Belum banyak buku yang saya baca, tapi dari sekian yang telah saya baca, yang paling berkesan untuk saya itu adalah "Setengah Isi Setengah Kosong". 
  10. Tempat wisata apakah yang ingin sekali engkau kunjungi? Pantai Natsepa, sekalian berkunjung ke tempat kelahiran. 
  11. Kontribusi apa yang ingin engkau lakukan untuk negeri ini? Sesuai dengan gambaran mengenai diri saya pada poin ketiga, saya ingin membangun negeri ini dari sisi pemanfaatan energinya. 

Nah, setelah selesai saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, belumlah tuntas kewajiban saya sebelum saya memilih sebelas orang untuk melanjutkan permainan ini.


Inilah sebelas orang yang terpilih:

Kalau teman saya (yang men-tag saya) memilih karena berdasar pada ingatannya bahwa orang-orang tersebut pernah berkunjung ke blog nya dan meninggalkan komentar, begitu pula sebaliknya. Namun tidak dengan saya karena saya merasa, blog saya masih sepi pengunjung. Hal ini membuat saya cukup kebingungan ketika harus memilih siapakah kesebelas orang itu. Ada beberapa nama yang ingin saya tuliskan, namun sudah didahului oleh kawan saya itu. Akhirnya saya berusaha mencari nama-nama lain agar lebih banyak lagi orang yang bisa menikmati permainan ini. Semoga teman-teman yang namanya saya tag di sini tidak keberatan untuk mengikuti permainan ini.


Lalu, berikut adalah sebelas pertanyaan yang saya ajukan pada kesebelas orang tersebut:
  1. Mana yang lebih ingin kamu kunjungi? Pantai atau Gunung? Alasannya? 
  2. Bagaimana cara engkau meyakinkan dirimu sendiri bahwa kamu bisa melakukan suatu hal yang dirasa sulit atau berat untuk dilaksanakan? 
  3. Adakah benda yang teramat kau sayangi? Jika ada, apa itu dan mengapa? 
  4. Apa hal yang paling tidak kamu suka orang lain melakukannya padamu? 
  5. Lebih suka membaca novel atau menonton film dengan judul sama di bioskop? Alasannya? 
  6. Hal terhebat apa yang pernah kamu lakukan atau lalui di masa lalu? Apa yang membuat kamu mengatakan bahwa itu yang terhebat? 
  7. Kenangan apa yang paling berkesan untukmu? 
  8. Apa yang membuatmu bisa bangga terhadap Indonesia? 
  9. Hal/benda apa yang sangat kamu inginkan saat ini? 
  10. Kegiatan apa yang paling kamu gemari? 
  11. Hal/benda apa yang dapat menyenangkan hatimu? 

Nah, kalau merasa keberatan menjawab, boleh mengatakan "pass", tapi tentu lebih menyenangkan jika semua pertanyaan dapat terjawab. Selamat mencoba.

Thursday, 3 November 2011

Masihkah Relevan Nama PDAM?

Kalau postingan yang kemarin ditulis berdasarkan diskusi-diskusi dalam kelas, kali ini saya mencoba mengangkat obrolan singkat dengan seorang teman dalam perjalanan menuju kampus. (Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada teman saya itu, karena telah bersedia memberikan tumpangan. Maaf sering merepotkan)

Kata-kata pendahuluan saya cukupkan sekian. Langsung saja ke topik utama.

Siapa sih yang sekarang mau minum air dari PDAM? Ah, sepertinya tak ada. Saya menjawab tanpa pikir panjang. Setelah sesaat sama-sama terdiam, barulah saya paham apa maksud pertanyaannya itu. Ya, kalau memang tidak layak minum hingga orang-orang tidak mau minum dari air tersebut, mengapa namanya harus PDAM - Perusahaan Daerah Air Minum? Kenapa bukan PDAB saja misalnya - Perusahaan Daerah Air Bersih? Apa hanya karena visi perusahaan?

Hei, ternyata topik utamanya pun hanya pendek saja. Ya, baru sekedar berbagi cerita saja. Mungkin kelak ada kajian yang sungguhan mengapa namanya masih saja PDAM.

Kendaraan Berbahan Bakar Air

Kendaraan berbahan bakar air? Mungkinkah ada?

Saya hanya teringat akan diskusi-diskusi kecil yang kerap kali terjadi dalam kelas. Tentu saja tidak jauh-jauh dari permasalahan energi. Mau bagaimana lagi, memang ranah saya ada di sana. Cukup menguntungkan, karena kondisi ini membuat saya jadi lebih banyak berpikir dan peduli akan masalah energi.

Kali ini topik yang ingin saya angkat adalah mengenai bahan bakar. Pernah tercetus suatu pendapat, selama ini kita justru menggunakan tabungan energi untuk hidup. Ya, bahan bakar fosil terhitung sebagai tabungan energi. Lantas apa yang akan terjadi kalau tabungan itu habis? Padahal kita bergantung pada tabungan itu. Maka mulai bermunculanlah ide-ide untuk penggunaan sumber energi yang terbarukan.

Saya rasa jika kita memanfaatkan sumber energi terbarukan yang beragam itu tentu menuntut keberagaman jenis kendaraan juga. Kondisi ini malah menuntut ketidakefisienan tentu saja. Jadi yang pasti terpikir dalam benak adalah transformasi energi ke dalam bentuk yang lebih universal. Tentu saja listrik sebagai energi sekunder dapat menjadi jawabannya. Bagaimana tidak. Kebanyakan sumber energi primer dapat dikonversi menjadi listrik, dan listrik sendiri dapat diubah menjadi berbagai bentuk energi. Sehingga dapat disimpulkan kendaraan dengan sumber energi dari listrik dapat menjawab permasalahan kita.

Jadi bukannya tidak mungkin kita berkendara dengan bahan bakar air. Karena air pun dapat dipergunakan untuk membangkitkan energi listrik.

Wallahu alam.

Wednesday, 15 June 2011

Saya, Mr. Franco, dan Betrix

Hari ini belum genap seminggu betrix itu nongkrong di asrama. Ternyata tidak ada tempat yang terlindung dari hujan di luar. Alhasil sore ini adalah pertama kalinya dia 'mandi'. Tak apalah. Semoga kau tidak kedinginan di luar sana. Hehehe.

Betrix Sky-blue

Ohya, ada beberapa alasan mengapa betrix tipe sky-blue itu bisa nongkrong di situ. Pertama, ketetapan hati saya untuk tidak nge-kos setelah keluar asrama (alias di dug-dag dari rumah - pulang pergi, PP), jadi saya harus mencari alat transportasi yang bisa membuat saya lebih mobile. Kedua, rasa trauma saya untuk mengendarai motor sehingga saya harus mencari alternatif lain yang fleksibel namun saya sanggup menjalaninya. Ketiga, keterbatasan isi kocek. Semua itu menjadikan pilihan jatuh pada betrix tipe sky-blue yang notabene tidak benar-benar baru itu.

Pertama kali mencoba memang tetap saja ada rasa takut dan grogi. Belum lagi tidak terbiasa menangani benda berat seperti itu (lemah juga ya, padahal masih lebih ringan dari motor). Yang lebih berat adalah ketika harus mengeluarkan aki dari tempatnya untuk di-charge. Bagi saya, empat aki 12 Volt yang disusun seri itu bukan main beratnya. Meski penuh perjuangan, lama kelamaan jadi terbiasa juga.

Latihan pertama adalah menapaki sepanjang jalan Cisitu Baru. Meski digodain sama mamang bangunan yang lagi nge-rehab kosan tetangga. "Yang ngebut atuh, Neng." Biarlah, yang penting berani dulu mencoba. Latihan berikutnya jangkauan saya perluas jadi keluar dari Cisitu Baru, ke jalan Sangkuriang, lalu lewat Simpang Dago, terus balik lagi deh ke Cisitu Baru. Cukup menegangkan. Selain jalan menurun, dilanjut juga dengan jalan yang cukup ramai. Hari itu saya cukupkan dengan berputar dengan trek itu sebanyak dua kali. Itu saja sudah membuat jantung saya pun berolahraga. Dag dig dug.

Berikutnya jangkauan saya perjauh lagi hingga ke Masjid Salman. Wuaaah, ini lebih dag dig dug lagi. Tapi enak juga tuh perginya, karena tinggal diam saja sudah bisa jalan tuh betrix, wong jalannya menurun. Yang ada malah rem yang main terus-terusan, karena takut jika terlalu cepat. Hehehe.

Kesempatan selanjutnya, saya merencanakan untuk pergi ke Bank Syariah Mandiri, letaknya lebih jauh dari jembatan layang Pasopati, pokoknya ke arah jalan Merdeka. Namun sebelumnya, saya memutuskan untuk mampir dulu ke Salman. Ternyata justru saya menemui hal yang menarik dengan mampir di Salman. Saya berkenalan dengan Mr. Franco dari Argentina. Dia ada di Indonesia sejak 10 bulan yang lalu untuk belajar Bahasa Indonesia. Tidak heran jika dia dapat berbicara Bahasa Indonesia dengan lancar. Yah, meski saya seringkali kebingungan mencari kosakata baku dalam percakapan kami, sehingga tak jarang saya padukan dengan ekspresi gerak.

Mengapa saya bisa berkenalan dengan Mr. Franco? Semua itu karena si Betrix. Ya, dia tertarik ketika saya hendak memarkirkan si Betrix di Salman. Mr. Franco pun banyak bertanya hingga saya sendiri sempat melupakan tujuan utama saya ke Salman. Saya pun keasyikan berbincang dengannya. Mr. Franco orang yang menyenangkan. Dia sangat suka bersepeda. Dia mengaku tidak suka kalau harus naik angkot, sehingga lebih senang menggunakan sepeda. Mengapa? Saya pun menanyakan perihal itu padanya. "Kalau pakai angkot itu panas," tuturnya, "lama pula". "Belum lagi kalau ada asap rokok, saya tidak suka," akunya. Benar juga kata Mr. Franco, saya pun merasakan itu.

Perbincangan kami berada di seputar Betrix, bagaimana cara kerjanya, apa lebihnya. Saya sampaikan bahwa motornya digerakkan oleh aki. Tidak perlu BBM karena aki di-charge menggunakan listrik. Mr. Franco sangat tertarik dengan itu. Dia takjub karena belum melihat sepeda seperti ini di negaranya. Adapun sepeda bermesin, namun menggunakan BBM sehingga menimbulkan suara bising. Saya pemain baru di sini. Saya pun kelabakan ketika ditanya, bagaimana kalau pergi ke mall, apa parkir di tempat sepeda atau tempat motor? Mmmh, jujur saja, saya belum pernah memakainya sejauh itu, umurnya di tangan saya pun belum genap seminggu. Sempat bingung juga, karena ketika mau parkir di Salman pun diteriakin ama bapak pegawai karena tidak parkir di tempat motor (ya, karena penampilannya itu).

Mr. Franco bilang kalau September nanti ada temannya dari Argentina mau datang ke sini untuk kuliah di UPI, dan dia mau menyarankan kendaraan ini pada temannya itu. Wah, asyik juga tuh kalo bisa jadi terkenal juga di negara lain. Hehehe.

Sungguh, perbincangan kami sungguh mengasyikkan. Hal ini terbukti karena ternyata waktu untuk melakukan tujuan saya yang utama di sana lebih singkat dari perbincangan itu.

Ketika hendak keluar dari tempat parkir, saya lihat Mr. Franco pun hendak beranjak dengan sepedanya. Saya pun menyapanya dan menawarkan, apa mungkin dia ingin mencoba. "Tentu saja, terima kasih," jawabnya. Dia pun mencoba menaiki si Sky-blue. Setelah putaran pertama selesai, dia bertanya, "biasanya kamu simpan kaki dimana?" Tentu saja saya memakainya seperti orang pada umumnya menaiki motor Mio. Ternyata pada putaran pertama tadi, Mr. Franco menaruh kaki pada pedal untuk mengayuh. Dia pun meminta untuk mencoba sekali lagi dengan tidak menaruh kaki pada kayuhan. Lalu di putaran terakhir dia mencoba dengan hanya mengayuhnya saja. "Ternyata lebih berat dibanding sepeda saya itu ya," ujarnya. Hahaha, tentu saja, bentuk bodi-nya saja lebih gendut.

May I take a pic of you. Yes, of course.
Mr. Franco pun dengan senang hati bergaya.

Mr. Franco setelah mencoba betrix dua putaran

Monday, 16 May 2011

Ingin Rehat Sejenak

Ketika diri ini mengeluhkan betapa sempitnya waktu untuk rehat dan bersantai, sahabat dari kamar sebelah berceletuk,

"Berdiam diri pun seringkali melelahkan, bahkan dapat lebih melelahkan daripada melakukan aktivitas yang padat."

Ya, benar juga apa yang dikatakannya. Saya pun merasa demikian. Teringat Kamis kemarin, saya seharian di rumah saja karena memang kesehatan sedang tidak mendukung. Senang bisa terbebas dari segala padatnya aktivitas, namun rasanya tetap saja melelahkan. Padahal hanya melakukan aktivitas yang sama, bermalas-malasan beristirahat.

Hal yang perlu direnungi memang. Apa saya akan selalu mengeluhkan kegiatan yang padat dan menyita tenaga? Lalu memencak-mencak ingin ada waktu rehat dan santai. Rasanya tidak pantas. 

Saya masih egois. Lebih senang bersantai dari pada beraktivitas produktif.
Saya belum melakukan hal yang hebat. Jadi kenapa saya harus berhenti.
Saya belum menggunakan seluruh waktu saya untuk hal yang bermanfaat. Jadi kenapa harus minta istirahat.

Semoga saya sadar bahwa waktu yang tepat untuk rehat, ya di akherat.
Di sini, di dunia ini, adalah saatnya mengumpulkan bekal untuk istirahat kelak.

#curhat sebelum belajar elektronika daya,,hehehe,,

Saturday, 14 May 2011

Lagi Lagi Lagi

Lagi,
ponsel itu berdering.
Lagi,
pertanda pesan masuk.
Lagi,
isinya tak jauh berbeda.
Lagi,
opsi balas dipilih.
Lagi,
"tidak tahu" diketikkan.
Lagi,
berita pesan terkirim.

Lain kali, jadilah si pengirim pertanyaan itu.
Agar tidak lagi, lagi, dan lagi.
Atau merasa beruntung menjadi pihak yang ditanya?
Seringkali tidak, jawabku.

Tuesday, 10 May 2011

Ketika dan Ketika

Ketika sibuk, mengeluh
Ketika luang, malah malas-malasan

Ketika sempit, mengumpat-umpat
Ketika lapang, malah tidak ingat syukur

Ketika sakit, menangis-nangis
Ketika sehat, malah berlaku maksiat

Ya, Allah, ampuni hamba...
Semoga semua itu berubah

Ketika sibuk, tetap bersemangat
Ketika luang, perbanyak ibadah

Ketika sempit, sabar
Ketika lapang, berlaku syukur

Ketika sakit, tawakal
Ketika sehat, beraktivitas produktif

Amiinn..

Monday, 2 May 2011

Siapa yang Hebat?

Terenyuh ketika seorang sahabat berkata, "Saya tak habis pikir, bagaimana bisa kalian, kamu dan dia bisa sampai pada titik ini. Bisa kuliah dan bahkan melakukan hal ini dan itu mengingat kondisi kalian yang seperti itu. Saya merasa saya kurang menyukuri nikmat yang telah diberikan jika melihat kalian."

Sungguh, ingin rasanya saya mengatakan, pandangan itu berlebihan, mengingat masih lebih banyak kawan-kawan saya yang menempuh perjuangan yang lebih dahsyat. Mereka orang-orang yang lebih tangguh. Merekalah yang kisahnya sangat memukau jika dituliskan. Merekalah yang lebih pantas disebut HEBAT, bukan saya.

"Kalau ada orang yang bilang dirimu hebat, dia hanya belum melihat orang yang benar-benar hebat"

Tuesday, 5 April 2011

Ini Amanah, Bukan Sekedar Hadiah

Bermula dari sebuah obrolan ringan bersama sahabat seperjuangan. Kemudian berlanjut menjadi perbincangan serius yang mengarah pada pembentukan suatu ide. Ya. Ide yang cukup sederhana.

Kesempatan datang. Ide itu pun kami kemas dalam sebuah proposal bisnis untuk diajukan dalam sebuah kompetisi. Belum berhasil pada kesempatan pertama, kami pun mencoba di kesempatan kedua. Namun ternyata masih juga belum berhasil.

Hingga tiba suatu ketika, datanglah kesempatan yang ketiga. Meski datang di penghujung tenggat, tetap kami tanggapi juga. Dan justru disinilah ternyata kami bisa mulai melangkah untuk mewujudkan mimpi itu.

Kompetisi bussiness plan yang disponsori oleh Anderson Tanoto adalah kesempatan ketiga yang datang pada kami. Tak pernah terpikirkan kami akan bersaing dengan 36 proposal lain yang berasal dari 6 universitas di Indonesia. Dan sebagai hasilnya kami bisa lolos pada tahap 10 besar, 6 besar, hingga 3 besar dan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 15.000.000,-. Sungguh tidak disangka, karena pada mulanya kesempatan yang ketiga ini diikuti hanya dengan iseng-iseng saja.

Penyerahan hadiah dilakukan pada 5 April 2011, bertempat di kantor Tanoto Foundation, Jl. MH Thamrin, Jakarta. Meski disebut penyerahan hadiah, tidak serta merta kami dapat menggunakan hadiah tersebut dengan seenaknya. Ya. Karena hadiah di sini adalah berupa bantuan modal untuk menjalankan usaha. Ini amanah, bukan sekedar hadiah.


Sedangkan bagi saya pribadi, sangat besar harapan saya, bahwa usaha yang dijalankan ini dapat membawa kemaslahatan bagi banyak orang.

Ingin rasanya bercerita banyak di sini, tapi karena tugas, laporan, dan praktikum sudah menunggu, saya cukupkan saja dulu. Semoga di lain kesempatan akan lebih banyak hal yang dapat diungkapkan.

bagi yang ingin melihat perkembangan usaha kami, silakan kunjungi fanpage kami di kios RupaRupa

Saturday, 26 March 2011

My First PINK ...

PINK adalah warna yang sering sekali diidentikan dengan kaum hawa. Mengapa begitu? Itu adalah pertanyaan yang selalu terlintas (bolak-balik) dalam pikiran saya. Kenapa harus pink? Kenapa gak hijau misalnya? Atau kuning? Atau oranye? Saya sendiri juga tidak tahu alasan kenapa pink menjadi warna yang dekat bagi para wanita. Tapi ada satu alasan yang jelas, yang saya ketahui sendiri, yaitu mengapa saya tidak menyukai warna pink.

Jika berkaca pada masa lalu, zaman ketika saya masih menggunakan seragam putih merah, alias waktu duduk di bangku sekolah dasar, warna pink adalah salah satu warna favorit saya. Apalagi kalau dipadukan dengan warna ungu, rasanya pas sekali. Alhasil, ibu saya selalu menyebut-nyebut pingu-pingu pada saya (singkatan dari pink dan ungu). Oleh karena itu, kalau teman-teman melihat benda kepunyaan saya berwarna pink, sudah dapat dipastikan bahwa usianya sudah lebih dari sembilan tahun.

Ketika saya beranjak ke bangku sekolah menengah pertama, rasa suka saya terhadap warna pink malah berubah menjadi benci (kalo boleh lebay sampai bilang benci). Alasannya cukup sederhana. Karena warna pink identik dengan perempuan. Ya. Menyadari hal tersebut, saya jadi tidak lagi suka dengan warna pink. Saya tidak suka dengan sesuatu yang girly (saat itu), yang selalu identik dengan warna pink. Karenanya semua hal yang bernuansa pink menjadi hal yang menjijikan di mata saya. Alhasil, warna pink sangat saya hindari. Hingga saat ini hal tersebut masih terus berlanjut.

Tapi, mengapa bisa ada foto ini bisa terpampang?? (sedikit narsis)

I am in pink dress

Ini adalah berkat desakan dan rayuan kawan-kawan seperjuangan yang hendak berfoto di studio. Mereka menentukan dresscode untuk para wanita adalah pink, dan para pria adalah biru. Karena saya hanyalah personel tambahan di sana, saya hanya ikut saja. Semula saya mengenakan kaos bermotif bunga-bunga berwarna kuning dan oranye. Sangat kontras dengan warna pink (tentu saja). Jadi sempat agak ragu juga untuk memenuhi ajakan teman-teman saya itu. Tapi akhirnya rayuan mereka mengalahkan keengganan saya untuk ikut. Sesampainya di studio foto, ternyata ada yang membawa "kostum" lebih. Akhirnya dengan rayuan yang lebih dahsyat jadilah saya seperti yang tampak pada foto di atas.

Semoga ini menjadi yang pertama dan yang terakhir.

Saya tidak mau lagi. Tolong jangan dipaksa.

Friday, 11 March 2011

Siapakah Dia?

Sosoknya berlumuran cinta

Menetes ketika melangkah

Terhembus saat bernafas

Tersebar ketika berucap

Dan terpancar waktu bertindak

Siapakah dia?


Pribadi yang selalu dirindukan

Dipuja dan dijadikan idola

Tidak pernah congkak

Tidak juga berdusta

Siapakah dia?


Dialah rasul, kekasih Allah

Dialah Muhammad, rahmat seluruh alam


#Ini adalah puisi yang tidak sempat dibacakan, padahal sudah lolos kualifikasi dalam acara peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Etos Bandung feat. Asrama Salman ITB. Apa mau dikata, saat itu kondisi tubuh tidak bersahabat, dari pada kecewa dipendam dalam hati, saya publish saja di sini. Mengingat kata-kata yang saya pakai singkat, jadi kepikiran untuk dibuat lagu. Semoga ada inspirasi untuk nada pengiringnya. (atau ada yang bantu?)

Thursday, 3 March 2011

Freedom to Choose

Ketika dihadapkan pada sesuatu, seseorang akan, secara sadar ataupun tidak, menerapkan kebebasan membuat pilihan – Freedom to Choose. Apakah menerima, menyetujui, atau malah mempertanyakan. Seseorang dapat pula mengesampingkan suatu bagian tertentu sehingga tidak melihatnya secara keseluruhan. Freedom to Choose adalah hak setiap orang. Meski dikatakan sebagai kebebasan, bisa saja menerima suatu paksaan adalah juga suatu pilihan.

Anda membaca posting di blog ini pun adalah sebuah pilihan. Respon apapun yang Anda buat ketika membaca blog ini juga suatu pilihan.

So, please feel free to read it and leave comments here..