Showing posts with label etos. Show all posts
Showing posts with label etos. Show all posts
Sunday, 21 October 2012
Beastudi Etos Kembali Membuka Pendaftaran
Berikut saya kutip langsung pengumuman pendaftaran Beastudi Etos khusus wilayah Bandung (sumber: klik di sini).
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamu’alaikum wr wb
Beastudi Etos kembali membuka pendaftaran bagi mahasiswi muslim S1 ITB dan Fakultas Hukum & Ekonomi UNPAD angkatan 2012.
Berkas Persyaratan :
1. Form Biodata (dapat diunduh disini)
2. Surat Keterangan Tidak Mampu
3. Surat Keterangan Penghasilan Orangtua
4. Fotokopi Kartu Keluarga, KTP, dan Kartu Mahasiswa
5. Foto berwana ukuran 4 x 6 (2 Lembar)
6. Kisah perjalanan hidup (tulis tangan di kertas folio bergaris)
7. Fotokopi Sertifikat Prestasi (jika ada)
8. Foto seluruh ruangan rumah
Berkas pendaftaran dikirim ke Asrama Beastudi Etos Bandung, Jl. Cisitu Baru no. 39
Jadwal Seleksi :
1. 18-26 Oktober 2012 : Pengumpulan Berkas
2. 28 Oktober 2012 : Tes Tulis dan Wawancara
3. 29-30 Oktober 2012 : Homevisit
Fasilitas Beastudi Etos :
1. Penggantian uang masuk kuliah
2. SPP tahun pertama
3. Uang saku Rp 500.000,00 / bulan dan asrama selama 4 tahun
4. Pembinaan Pengembangan Diri
Informasi lengkap dapat menghubungi Hana Nur Fitriana (087822011747)
Wednesday, 7 March 2012
Masih Ada Kesempatan : Pendaftaran Beastudi Etos Diperpanjang
Demikian saya mendapat info bahwa Pendaftaran untuk Beastudi Etos tahun 2012 ini diperpanjang hingga 31 Maret 2012. Jadi, tidak perlu takut ketinggalan karena masih ada kesempatan.
Tidak pede untuk ikut SNMPTN? Coba uji dulu kemampuanmu di TOENAS 2012 "Try Out Etos Nasional" yang merupakan try out SNMPTN yang dilaksanakan serentak di 11 kota besar di Indonesia dengan hasil yang diranking secara nasional juga. Waktu pelaksanaan TOENAS diundur menjadi 25 Maret 2012, dengan bahan pertimbangan bahwa akan bentrok dengan UAS SMA untuk waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Tapi, ini bukan try out biasa. Karena dengan mengikuti try out ini, teman-teman juga ikut berbagi dengan teman-teman yang kurang mampu dengan penyediaan 3600 formulir SNMPTN gratis. Jadi kapan lagi bisa uji kemampuan sekaligus beramal? Ayo ikutan TOENAS 2012! Pendaftaran bisa online, atau langsung hubungi CP daerah terdekat.
info lebih lengkap silakan kunjungi situs nya langsung di http://www.toenas2012.com/
Thursday, 23 February 2012
Kabar Baru Tentang TOENAS
Nih, saya dapat info dari blog salah satu panitia TOENAS "Try Out Etos Nasional"
Semoga bisa membantu ya. Terutama untuk teman-teman yang sedang duduk di kelas XII.
Kapan lagi bisa merasakan sensasi try out seperti SNMPTN sungguhan? Ya, di sini, hanya di TOENAS 2012.
Simak ya infonya..
-----------------------------------------------------------------
Hi, Gan!
Try Out Etos Nasional disingkat TOENAS adalah Try Out Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berskala nasional untuk SMA/Alumni yang diselenggarakan oleh mahasiswa/i dari 13 PTN di 11 kota di Indonesia. penerima manfaat beasiswa mahasiswa/i dariDOMPET DHUAFA, BEASTUDI ETOS.
Try Out ini dikemas dengan berbeda dan serentak di 11 kota di Indonesia melibatkan 36000 peserta! pada Minggu, 25 Maret 2012. Tidak hanya sekedar Try Out, tetapi juga ada Studium Generale oleh bapak MENDIKBUD kita Muhammad Nuh*. Kemudian dengan HTM Rp 15000 peserta akan mendapatkan pengalaman & pengamalan ujian layaknya SNMPTN sesungguhnya karena pemeringkatannya secara NASIONAL, begiTOENASional!
Selain itu dengan HTM yang cukup murah itu peserta mendapatkan Achievement Motivation Training, Info Beasiswa, zona conselling, hiburan, zona almamater, doorprize, dll. Tak hanya itu, peluang mendapatkan 3600 formulir SNMPTN secara GRATIS* dan mendapatkan BEASTUDI ETOS juga BISA*.
Tahun lalu, Sang Juara mendapat laptop! kali ini apa ya di TOENAS JILID 2?
Sekedar info juga, Sang juara sekarang sudah berkuliah di Insititut Teknologi Bandung (ITB). Mau menyusul? ikutan SNMPTN. Sudah siap SNMPTN? Pemanasan dulu dengan join TOENAS 2012, BEGITU NASIONAL!
Ayo ajak teman-teman yang lain dan rasakan sensasinya.
INFO SELENGKAPNYA: toenas2012.com
JOIN GROUP FB: TOENAS 2012
FOLLOW TWITTER: @toenas2012
TOENAS! BEGITU NASIONAL!
MAU BERPRESTASI? SYUKURI & BERBAGI :D
-SALAM SUKSES-
Panitia TOENAS 2012
PR Regional Bandung Kiki
------------------------------------------------------------------------------
dikutip dari kikidoanc.blogspot.com
Friday, 3 February 2012
Try Out sambil Berbagi?
Rasa cinta bisa disalurkan melalui berbagai jalan, salah satunya dapat dengan berbagi kepada orang lain,,
Ada nih acara uji kemampuan yang bisa sekaligus berbagi dengan orang lain.
Apa itu?
Ayo, uji kemampuan temen-temen yang mau mengikuti SNMPTN dengan TOENAS, Try Out Etos Nasional 2012.
Try Out kali ini, selain (seperti biasa) bisa merasakan simulasi SNMPTN yang mendekati realitanya, yaitu diselenggarakan serentak dan dirangking secara nasional, kita juga bisa berbagi pada teman-teman lain yang membutuhkan formulir SNMPTN.
Try Out sambil Berbagi? Semua ada di TOENAS, Try Out Etos Nasional 2012, Try Out SNMPTN skala nasional yang akan diselenggarakan pada 11 Maret 2012, serentak di 12 kota besar di Indonesia.
Ya, dengan mengikuti kegiatan ini, secara tidak langsung teman-teman berkontribusi pada penyediaan 3600 formulir SNMPTN GRATIS bagi yang membutuhkan.
Kapan lagi coba bisa uji kemampuan sambil beramal?
Info lebih lengkap silakan kunjungi http://toenas2012.com/
Thursday, 19 January 2012
Seleksi Penerimaan Beastudi Etos 2012 Telah Dibuka
Saya adalah salah satu penerima manfaat dari Beastudi Etos. Saya sudah merasakan manfaatnya, karena itu, saya merekomendasikan teman-teman yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi tapi terbentur dengan masalah biaya bisa mencoba mendaftar ke sini. Beranikan diri untuk terus berusaha. Siapa tahu beastudi ini dapat menjadi jalan teman-teman melanjutkan kuliah.
Sewaktu saya mendaftar dulu (tahun 2008), Beastudi Etos hanya tersedia di 9 kota, 11 Universitas, tapi kini mereka sudah melebarkan sayapnya ke 12 kota, 14 Universitas. Hal ini menunjukkan keseriusan program ini untuk dapat memperluas kebermanfaatannya.
Berikut saya lampirkan cuplikan info yang saya peroleh dari fanpage Seleksi Penerimaan Beastudi Etos 2012. Info lebih lengkap dapat dilihat di www.etos.or.id
Untuk yang berminat daftar, silakan cari contact person dengan daerah terdekat. Misal, saya di daerah Padalarang, Jawa Barat, jadi saya memilih wilayah Bandung untuk mendaftar (tidak peduli PTN mana yang nanti saya tuju ketika SNMPTN).
Selamat berusaha!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beastudi Etos adalah beasiswa SDM yang mengelola biaya untuk pendidikan, pembinaan dan pelatihan, serta pendampingan mahasiswa. Dengan visi terdepan dalam membentuk SDM unggul dan mandiri. Misi Beastudi Etos adalah:
1. Menerapkan manajemen mutu Beastudi Etos
2. Menerapkan kurikulum pembinaan Beastudi Etos yang berbasis kompetensi
3. Membangun dan mengoptimalkan jaringan beastudi etos
4. Menoptimalkan peran SDM Beastudi Etos dalam aktivitas pemberdayaan
Seleksi
1. Pendaftaran: 30 Desember 2011 – 18 Maret 2012
2. Persyaratan umum:
• Lulus SMA /sederajat, dan akan masuk perguruan tinggi melalui jalur seleksi masuk PTN jalur Reguler (PMDK, UM, SNMPTN)
• Di terima pada PTN dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi Etos (Dapat dilihat di www.etos.or.id)
3. Persyaratan Khusus:
• Berasal dari keluarga tidak mampu
• Melampirkan surat keterangan tidak mampu dan slip gaji/surat keterangan penghasilan orang tua dari keta RT/DKM setempat
• Daftar riwayat hidup yang bisa didapat di asrama Beastudi Etos maupun diunduh di www.etos.or.id
• Mengisi dan menandatangani akad Beastudi Etos (bisa didapat di asrama Beastudi Etos maupun diunduh di www.etos.or.id )
• Fotocopy raport SMA semester 1-5, kartu keluarga, KTP atau kartu pelajar dan STTB bagi yang telah lulus SMA/sederajat
• Foto terbaru 4x6, 2 lembar
• Foto rumah (tampak keseluruhan, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur)
• Membuat tulisan tentang kisah perjalanan hidup sepanjang minimal 2 halaman folio (tulis tangan)
Daerah Program
1. Aceh : Universitas Syiah kuala
2. Padang : Universitas Andalas
3. Medan : Universitas Sumatera Utara
4. Jakarta : Universitas Indonesia
5. Bogor : Institut Pertanian Bogor
6. Jogjakarta : Universitas Gajah mada
7. Bandung : Universitas Padjajaran dan Institut Teknologi Bandung
8. Semarang : Universitas Diponogoro
9. Malang : Universitas Brawijaya
10. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh November dan Universitas Airlangga
11. Makasar : Universitas Hasanuddin
12. Samarinda : Universitas Mulawarman
Contact Person
1. Aceh : Syifa (0853 6047 8352)
2. Padang : Bella putra,S.Pt (0852 6329 7067)
3. Medan : Pindi Pratama (0852 7653 0963)
4. Jakarta : Ryan Geza (0838 1313 5216) Johan (0857 1056 3895)
5. Bogor : Oyok (0857 1161 4799)
6. Jogjakarta : Rika Widya (0857 4787 5662)
7. Bandung : Gantina R (0878 2193 7797)
8. Semarang : Uswatun Hasanah(0857 4021 6630)
9. Malang : Sugeng (0898 0393 492)
10. Surabaya : Mahendra(0857 3510 6167)
11. Makasar : Reski(0853 9967 9754)
12. Samarinda: Sapar (0856 5424 1078)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ada perubahan untuk tanggal penutupan pendaftaran. Silakan dilihat di
http://octoviandiningrum.blogspot.com/2012/03/masih-ada-kesempatan-pendaftaran.html
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ada perubahan untuk tanggal penutupan pendaftaran. Silakan dilihat di
http://octoviandiningrum.blogspot.com/2012/03/masih-ada-kesempatan-pendaftaran.html
Sunday, 9 October 2011
Galon, Pentas Seni, dan Malioboro - Part 1
Kisah ini dapat digolongkan dalam cerita-cerita mengenaskan yang pernah ada, meski tidak ada korban terluka secara fisik. Saya sarankan untuk tidak melanjutkan membaca kisah ini jika Anda tidak siap dengan alur cerita yang tidak menyenangkan serta gaya bahasa yang tidak membuat suasana hati nyaman. Saya tidak bertanggung jawab atas perbedaan antara penuturan dalam kisah ini dengan kenyataannya karena kisah ini ditulis hanya berdasarkan apa yang saya dengar dan ketahui. Untuk kisah lebih lengkap dan nyata, Anda dapat menghubungi secara langsung para tokoh di dalamnya.
Segalanya bermula dari sebuah tugas yang diberikan kepada Icha, Yoga, Ian, Halim, Afif, dan Fathy. Mereka berenam adalah etoser (sebutan bagi penerima beastudi Etos) dari Bandung untuk angkatan 2010. Di setiap akhir tahun pertama, para penerima beastudi itu mendapat kesempatan untuk berkumpul dengan rekan-rekan satu angkatannya yang terpisah kota dan perguruan tingginya.
Beruntung. Untuk pertama kalinya pertemuan itu (dikenal sebagai TENs "Temu Etos Nasional") diselenggarakan bukan di Parung, Bogor melainkan di kota pelajar, Yogyakarta.
Dari sekian banyak tugas yang diberikan, saya hanya ingin menyoroti tugas pentas seni mereka saja. Ya, tugas yang mendorong saya menulis kisah ini. Mengharukan.
Dalam tugas ini mereka ingin menampilkan semacam pertunjukan musik dengan berbagai alat. Alhasil, gitar dan galon pun diboyong dari Asrama Ciheulang (tempat asrama putra berada) dengan penuh perjuangan tentunya. Bagaimana tidak. Karena bukan hanya perbekalan normal saja yang harus mereka bawa, tapi ada tambahan satu buah karung besar berisi kaos untuk seluruh panitia dan peserta di sana yang sangat berat hingga untuk menggesernya saja dibutuhkan tenaga yang super duper ekstra.
Singkat cerita, tibalah saat mereka harus tampil untuk pentas seni. Tapi ada masalah yang mereka hadapi di sana. Galon yang semula mereka bawa dalam keadaan kosong itu menjadi penuh terisi air di detik-detik pementasan harus dimulai. Ternyata panitia salah mengira mengenai kepemilikan galon itu. Mau bagaimana lagi, akhirnya mereka harus tampil tanpa galon, teman latihan mereka.
Seiring dengan berjalannya waktu, galon kembali kosong. Dengan sigap, galon pun segera diamankan, mencegah terjadinya kejadian serupa itu.
Di hari keempat, saya bergabung dengan mereka, menyusul seorang diri dengan Lodaya Malam.
Tak terasa, acara TENs itu selesai juga. Kami masih punya waktu setengah hari sebelum jam keberangkatan kereta pulang tiba. Setelah melewati perdebatan yang tidak cukup hebat, akhirnya diputuskan untuk pergi ke Prambanan, lalu mampir Malioboro, sebelum menuju Stasiun Tugu.
Kami lalu bergegas mengepak semua barang bawaan, tak lupa pula gitar dan galon. Karena telah lewat tengah hari dan kami belum makanberat nasi, maka kami putuskan untuk mencari tempat untuk makan siang dulu sebelum menuju shelter TransJogja. Alhasil kami menemukan tempat yang memaksa kami lebih selektif dalam pemilihan menu mengingat isi kantong yang tidak terlalu tebal.
Setelah mengisi perut seadanya, kami pun langsung mobilisasi ke shelter terdekat. Hanya dengan berbekal info bahwa dengan bus TransJogjadan ongkos tiga ribu perak kami dapat sampai ke Prambanan, kami berjalan ke sana. Sesampainya di shelter tentu tak lupa kami memberanikan diri untuk bertanya, setelah memperhatikan ternyata ada banyak jurusan bus yang lewat shelter itu. Dipikir-pikir daripada tersasar lebih baik bertanya dengan memalukan.
Ternyata kita harus berganti bus sebanyak dua kali untuk sampai ke shelter Prambanan. Karena tidak hafal juga nomor jurusannya, kami memutuskan untuk tetap bertanya pada kondektur nanti di setiap pergantian bus. Karcis pun dibeli, lalu kami langsung memenuhi shelter dengan tubuh plus barang bawaan yang heboh, tak lupa pula galon dan gitar yang menyertai kami.
Dengan perjuangan lelah berdiri menunggu di shelter, duduk agak berdesak-desakkan di dalam bus, galon tetap setia bersama kami. Entah apa yang ada di benak penumpang lain, kami tampak tidak peduli, bahkan kami hanyut dalam kegembiraan senda gurau sepanjang perjalanan.
Betapa terkejutnya kami ketika melihat sebuah plang sewaktu tiba di kompleks Candi Prambanan. Plang itu menyatakan bahwa area Candi tutup pukul lima sore dan kami melirik pada arloji yang seolah mengejek dengan menunjukkan bahwa kala itu sudah jam setengah lima sore. Kami pun langsung berlarian menuju loket pembelian karcis. Dengan tergopoh-gopoh kami membayar tiket seharga Rp 22.000,- per orang. Tanpa membuang banyak waktu, namun tetap dengan kondisi tas masih bergelantungan di tubuh kami, begitu pula benda-benda lain memenuhi tangan-tangan kami.
Beruntung, di sana ada tempat penitipan barang. Yah, mungkin memang untuk meminimalkan dampak tangan-tangan jahil terhadap benda-benda di situs bersejarah itu. Alhasil, semua benda yang membebani, kecuali barang berharga dan kamera, kami titipkan pada ibu (yang baik) penjaga tempat penitipan barang itu.
Kami pun tidak mau menyia-nyiakan rupiah yang kami keluarkan untuk masuk kompleks candi ini. Kami segera berkeliling dengan kecepatan ekstra, mengambil gambar dengan kilat, namun sembari tetap menikmati dan mengagumi situs tersebut.
Waktu telah menunjukkan pukul lima, teringat akan segala barang yang dititipkan di tempat penitipan, khawatir ibu penjaga pulang setelah jam kerjanya habis, kami segera berjalan cepat menuju pintu keluar. Tapi tetap tak lupa mencari oleh-oleh dan berfoto ria. Dari kejauhan terlihat tempat penitipan barang sudah ditutup.
[bersambung]
Beruntung. Untuk pertama kalinya pertemuan itu (dikenal sebagai TENs "Temu Etos Nasional") diselenggarakan bukan di Parung, Bogor melainkan di kota pelajar, Yogyakarta.
Dari sekian banyak tugas yang diberikan, saya hanya ingin menyoroti tugas pentas seni mereka saja. Ya, tugas yang mendorong saya menulis kisah ini. Mengharukan.
Dalam tugas ini mereka ingin menampilkan semacam pertunjukan musik dengan berbagai alat. Alhasil, gitar dan galon pun diboyong dari Asrama Ciheulang (tempat asrama putra berada) dengan penuh perjuangan tentunya. Bagaimana tidak. Karena bukan hanya perbekalan normal saja yang harus mereka bawa, tapi ada tambahan satu buah karung besar berisi kaos untuk seluruh panitia dan peserta di sana yang sangat berat hingga untuk menggesernya saja dibutuhkan tenaga yang super duper ekstra.
Singkat cerita, tibalah saat mereka harus tampil untuk pentas seni. Tapi ada masalah yang mereka hadapi di sana. Galon yang semula mereka bawa dalam keadaan kosong itu menjadi penuh terisi air di detik-detik pementasan harus dimulai. Ternyata panitia salah mengira mengenai kepemilikan galon itu. Mau bagaimana lagi, akhirnya mereka harus tampil tanpa galon, teman latihan mereka.
Seiring dengan berjalannya waktu, galon kembali kosong. Dengan sigap, galon pun segera diamankan, mencegah terjadinya kejadian serupa itu.
Di hari keempat, saya bergabung dengan mereka, menyusul seorang diri dengan Lodaya Malam.
Tak terasa, acara TENs itu selesai juga. Kami masih punya waktu setengah hari sebelum jam keberangkatan kereta pulang tiba. Setelah melewati perdebatan yang tidak cukup hebat, akhirnya diputuskan untuk pergi ke Prambanan, lalu mampir Malioboro, sebelum menuju Stasiun Tugu.
Kami lalu bergegas mengepak semua barang bawaan, tak lupa pula gitar dan galon. Karena telah lewat tengah hari dan kami belum makan
Setelah mengisi perut seadanya, kami pun langsung mobilisasi ke shelter terdekat. Hanya dengan berbekal info bahwa dengan bus TransJogja
Ternyata kita harus berganti bus sebanyak dua kali untuk sampai ke shelter Prambanan. Karena tidak hafal juga nomor jurusannya, kami memutuskan untuk tetap bertanya pada kondektur nanti di setiap pergantian bus. Karcis pun dibeli, lalu kami langsung memenuhi shelter dengan tubuh plus barang bawaan yang heboh, tak lupa pula galon dan gitar yang menyertai kami.
Dengan perjuangan lelah berdiri menunggu di shelter, duduk agak berdesak-desakkan di dalam bus, galon tetap setia bersama kami. Entah apa yang ada di benak penumpang lain, kami tampak tidak peduli, bahkan kami hanyut dalam kegembiraan senda gurau sepanjang perjalanan.
Betapa terkejutnya kami ketika melihat sebuah plang sewaktu tiba di kompleks Candi Prambanan. Plang itu menyatakan bahwa area Candi tutup pukul lima sore dan kami melirik pada arloji yang seolah mengejek dengan menunjukkan bahwa kala itu sudah jam setengah lima sore. Kami pun langsung berlarian menuju loket pembelian karcis. Dengan tergopoh-gopoh kami membayar tiket seharga Rp 22.000,- per orang. Tanpa membuang banyak waktu, namun tetap dengan kondisi tas masih bergelantungan di tubuh kami, begitu pula benda-benda lain memenuhi tangan-tangan kami.
Beruntung, di sana ada tempat penitipan barang. Yah, mungkin memang untuk meminimalkan dampak tangan-tangan jahil terhadap benda-benda di situs bersejarah itu. Alhasil, semua benda yang membebani, kecuali barang berharga dan kamera, kami titipkan pada ibu (yang baik) penjaga tempat penitipan barang itu.
Kami pun tidak mau menyia-nyiakan rupiah yang kami keluarkan untuk masuk kompleks candi ini. Kami segera berkeliling dengan kecepatan ekstra, mengambil gambar dengan kilat, namun sembari tetap menikmati dan mengagumi situs tersebut.
Waktu telah menunjukkan pukul lima, teringat akan segala barang yang dititipkan di tempat penitipan, khawatir ibu penjaga pulang setelah jam kerjanya habis, kami segera berjalan cepat menuju pintu keluar. Tapi tetap tak lupa mencari oleh-oleh dan berfoto ria. Dari kejauhan terlihat tempat penitipan barang sudah ditutup.
[bersambung]
Tuesday, 9 August 2011
[BEASISWA] Seleksi Beastudi Etos Bandung Gelombang 2
Assalamu’alaikum wr. wb.
Beastudi Etos kembali membuka pendaftaran seleksi bagi teman-teman yang sudah diterima di jurusan yang direkomendasikan di universitas wilayah Bandung (ITB dan UNPAD), dengan rincian kuota:
Alamat kirim : Jalan Ciheulang 89 Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung 40134
Keterangan lebih lanjut hubungi CP
Gantina Rahmaputri (087821937797)
Angga Irawan (085759915752)
juga cek website etosbandung.wordpress.com secara berkala.
Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr wb.
sumber : http://etosbandung.wordpress.com/2011/08/06/seleksi-beastudi-etos-bandung-gelombang-2/
Beastudi Etos kembali membuka pendaftaran seleksi bagi teman-teman yang sudah diterima di jurusan yang direkomendasikan di universitas wilayah Bandung (ITB dan UNPAD), dengan rincian kuota:
- Asrama di Bandung
Dua ikhwan (ITB atau UNPAD Dipati Ukur)
Dua akhwat (ITB atau UNPAD Dipati Ukur) - Asrama di Jatinangor
Dua akhwat Unpad Jatinagor (HANYA AKHWAT SAJA)
- Institut Teknologi Bandung
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Fakultas Teknologi Industri, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Fakultas Sipil dan Lingkungan, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Sekolah Farmasi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati. - Universitas Padjajaran
Ilmu Hukum, Pendidikan Kedokteran, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Administrasi Negara, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Sastra Inggris, Teknik dan Manajemen Industri Pertanian, Teknologi Industri Pangan.
- Uang saku Rp 450.000/bulan
- Akomodasi asrama selama tiga tahun
- Pembinaan empat domain (agama, sosial, pengembangan diri, dan akademik)
- Form biodata (bisa di download disini, untuk hal 4 bagian universitas isi jurusanyang telah ditempati )
- Fotokopi raport semester 1-5
- Surat keterangan tidak mampu
- Surat keterangan penghasilan orang tua
- Kartu keluarga
- KTP/Kartu Mahasiswa/kartu identitas lainnya
- Pas foto 4×6 sebanyak 2 lembar
- Foto rumah (semua ruangan)
- Tulisan tentang perjalanan kisah hidup
- Sertifikat prestasi (jika ada)
- 6-20 Agustus, pengumpulan berkas persyaratan
- 21 Agustus, seleksi tulis dan wawancara
- 22 Agustus-6 September, homevisit
Alamat kirim : Jalan Ciheulang 89 Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung 40134
Keterangan lebih lanjut hubungi CP
Gantina Rahmaputri (087821937797)
Angga Irawan (085759915752)
juga cek website etosbandung.wordpress.com secara berkala.
Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr wb.
sumber : http://etosbandung.wordpress.com/2011/08/06/seleksi-beastudi-etos-bandung-gelombang-2/
Sunday, 24 July 2011
Apa Benar ini Mati Lampu?
Baterai laptop tinggal separuh. Koneksi internet pun didapat dari laptop sebelah. Malam ini, meski seharusnya saya tidak di sini lagi, tapi kenyataan berkata lain. Ya, saya sedang menginap di asrama yang notabene seharusnya sudah saya tinggalkan.
Malam ini, setelah melepas kepergian personil e-Band 2010 yang hendak menuju Jogja, saya memutuskan untuk ikut menginap di asrama, karena jaraknya lebih dekat dibanding harus pulang ke rumah. Tak disangka, entah mengapa, listrik di asrama mati. Kini saya hanya mengandalkan penerangan senter dari ponsel, dan batere laptop yang sudah hampir tersisa sepertiganya.
Mulanya saya memberanikan diri untuk mengecek ke luar, dan untuk menyalakan saklarnya. Namun sesampainya di ruang tengah, saya urungkan niat saya itu. Dalam pikiran saya tiba-tiba banyak hal yang berkecamuk. Melirik rumah sebelah dari kaca belakang. Lampunya tidak mati. Oh, tidak, artinya hanya tempat kami saja yang mati lampu. Mengingat hanya tertinggal saya seorang diri yang masih terjaga, saya benar-benar mengurungkan niat saya untuk mengecek kondisi di depan. Karena hal yang paling saya takutkan adalah bagaimana kalau memang ada yang sengaja mematikan saklar itu, lalu dia menunggu ada seseorang yang keluar untuk mengeceknya. Ah, tidak, lagi-lagi imajinasi saya mulai berlebihan. Namun karena sudah sempat terlintas pikiran seperti itu, maka saya putuskan untuk menulis saja di blog, dengan segenap energi yang tersisa. Semoga semua itu memang hanya imajinasi saya saja. Ya, saya akan cek kondisi sekringnya besok pagi saja.
Friday, 1 July 2011
Ini Kosan Irfan?
Entah mengapa mengingatnya membuat saya merinding, takut akan sesuatu yang tidak baik dapat terjadi.
Hal ini terjadi kemarin, tepatnya tidak lama setelah adzan maghrib berkumandang. Saya baru saja selesai berwudhu dan berjalan ke ruang tengah untuk menunaikan shalat maghrib. Namun saya dikejutkan oleh siluet pemuda di pintu depan. Sontak saja saya memekik dan langsung berlari ke arah sudut mati pandangan pemuda itu. Tentu saja dengan kondisi lampu dalam menyala dan gorden yang tersingkap, pemuda itu dapat melihat jelas ke ruang tamu dan sebagian ruang tengah melalui pintu yang didominasi kaca itu. Sungguh mengagetkan.
"Tunggu sebentar," saya menjawab kedatangannya.
Memang saat itu beberapa orang dari asrama putra memang sedang beristirahat sejenak di tempat kami setelah kepulangan kami dari kegiatan bakti sosial hari itu. Tapi mereka semua sedang pergi ke masjid. Jadi, siapakah yang ada di balik pintu depan itu. Saya rasa (saat itu) saya tidak mengenalnya. Setelah cukup bersiap, saya beranjak menuju pintu depan dan membukanya. Oops, ternyata tidak terkunci.
Benar saja, pemuda itu tidak saya kenali.
"Hendak mencari siapa ya?"
"Apa ini kosan irfan?" tanyanya
"Bukan."
Pemuda itu pun langsung melengos pergi. Saya pun langsung menutup pintu dan TIDAK LUPA menguncinya.
Setelah selesai shalat maghrib dan penghuni asrama putra kembali dari masjid, kami berbincang sejenak. Saya pun bercerita mengenai kejadian tadi.
Ternyata ada tanggapan mengejutkan yang diungkapkan oleh salah satu dari mereka.
Berikut penuturannya (tidak persis sama, namun secara substansi sejalan) :
Aku pernah diceritain ama seorang bapak-bapak. Ada kejadian seseorang datang dan mengaku sebagai teman dari salah satu pemilik kamar kosan (yang sedang tidak ada di tempat) lalu berkata pada orang yang tinggal di kamar lain di kosan itu kalau dia disuruh ama si pemilik kosan untuk mindahin isi kamarnya ke tempat lain. Si pemilik kamar lain (dengan polosnya) mempersilakan. Dan ternyata setelah si pemilik balik ke kosan, dia sangat terkejut bukan kepalang karena melihat kamarnya yang kosong melompong.
Ckckck.. Ada-ada saja cara maling beroperasi.
Saya pun teringat akan plang di depan yang bertuliskan huruf besar-besar "ASRAMA PUTRI BEASTUDI ETOS BANDUNG". Lha, kok masih tanya, apa ini kosan Irfan?
Monday, 6 June 2011
My First Ascending
Panjat tebing, climbing, rappelling adalah cita-cita lama yang tak kunjung kesampaian, hingga kemarin. Ya, dalam acara penutupan kegiatan asrama semester genap ini akhirnya saya bisa mencicipi yang namanya ascending. Eits, ini bukan istilah dalam software komputer lho, tapi yang berkenaan dengan pencita alam. Ascending di sini identik dengan panjat tebing menggunakan tali dan alat bantu yang biasa disebut ascender.
Pertama kali mencoba ternyata sangat sulit. Tidak mudah untuk membuat posisi tubuh seimbang. Untuk mengangkat badan agar bisa naik saja, huft, berat sekali rasanya. Apalagi masih belum ngeh dengan tekniknya, padahal para pelatih sudah meneriaki berulang kali.
Ascending merupaka teknik memanjat tebing dengan meniti seutas tali yang sudah lebih dulu tertambat di atasnya. Jika dilakukan konvensional, ascending dapat dilakukan dengan bantuan simpul-simpul tali tambahan. Namun ada pula alat yang disebut ascender untuk membantu proses penitian tali.
Nah, yang kemarin saya coba itu ascending dengan bantuan alat. Ada dua ascender yang dipakai, yang dikendalikan oleh tangan kanan dipakai untuk menahan badan, sedangkan yang dikendalikan oleh tangan kiri dipakai untuk menahan pijakan kaki. Ascender ini tidak bisa tertarik ke bawah, terkecuali kuncinya dibuka. Alat ini pun tidak bisa didorong ke atas kalau sedang menanggung beban. Maka, untuk dapat naik, kita harus memberikan tumpuan secara bergantian pada ascender.
Jadi ketika kita berdiri pada pijakan yang terhubung pada ascender di tangan kiri, maka ascender di tangan kanan tidak akan menanggung beban sehingga bisa didorong ke atas. Setelah itu badan kita yang ditumpukan pada ascender di tangan kanan dan pijakan kaki dibuat rileks sehingga ascender di tangan kiri dapat didorong ke atas. Lalu berdiri lagi pada pijakan dan mendorong ascender pada tangan kanan, dan begitu seterusnya.
Ya, kira-kira begitulah caranya. Terdengar sederhana namun ternyata membutuhkan tenaga ekstra, apalagi bagi perempuan seperti saya yang tidak rutin olahraga, fuh, hanya mampu sampai 1/4 tebing saja (tebingnya setinggi 33 meter). Itu pun rasanya capek banget. Mana untuk turun harus rappelling sendiri. Hiks, tangan ini sudah tidak kuat, tapi mau bagaimana lagi, kan masih banyak yang antri (maaf ya buat yang nunggu, sungguh itu sudah ekstra tenaga yang keluar). Pegel-pegel tangannya saja sampai sekarang masih terasa. Mau ngangkat tangan susah, mau jalan susah. Hahaha, repot bener. Tapi saya tetap berharap akan ada kesempatan berikutnya untuk menaklukkan tebing itu dan tebing-tebing lainnya. Aamiin...
Monday, 30 May 2011
Hasil TOENAS 2011
Untuk teman-teman yang mengikuti TOENAS (Try Out Etos Nasional) 2011, baik yang berada di Padang, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Makasar, hasil dapat dilihat pada link berikut :
Meski terlalu lama teman-teman menunggu, semoga kesabaran dari penantian teman-teman dapat membuka jalan bagi kemudahan kalian untuk menghadapi ujian-ujian berikutnya. Amiin..
Tuesday, 18 January 2011
Informasi Pendaftaran Beastudi Etos Tahun 2011
Seleksi penerima Beastudi Etos diadakan setiap tahun, dibuka pada bulan Januari. Sejak 2011, quota penerimaan adalah sebanyak 150 mahasiswa per tahun.
Tahapan seleksi sebagai berikut :
1. Seleksi administratif
2. Tes tulis & wawancara
3. Home visit
4. Seleksi masuk PTN
Persyaratan Umum :
* Lulus SMA/ sederajat
* Akan mengikuti seleksi masuk PTN program S1
* Diterima pada PTN dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi Etos
Persyaratan Khusus :
* Beragama Islam
* Berasal dari keluarga tidak mampu
* Melampirkan surat keterangan tidak mampu dan slip gaji/surat keterangan penghasilan dari ketua RT atau DKM setempat
* Melampirkan Daftar Riwayat Hidup/ Biodata
* Mengisi dan menandatangani akad Beastudi Etos
* Melampirkan fotokopi raport SMA semester 1 – 5, STTB (bagi yang sudah lulus), Kartu Keluarga, KTP/ Kartu Pelajar
* Pas Foto 4 x 6 sebanyak 2 lembar
* Foto rumah (tampak keseluruhan, dan bagian dalam)
* Membuat tulisan tentang perjalanan kisah hidup
Biodata dan Akad Beastudi Etos dapat diunduh di sini.
Adapun jurusan yang direkomendasikan, dapat dilihat di sini.
Seluruh berkas pendaftaran dapat dikirimkan melalui ke alamat Asrama Beastudi Etos daerah terdekat dari calon pendaftar.
Contact Person Panitia Daerah :
Padang :
Meifal Rusli (0812 6695 3417) atau Parwanto (0852 6396 7234)
Asrama Beastudi Etos Padang : Kelurahan Kepalo Koto no.43, Kec. Pauh, Padang 25163
Jakarta :
Abdurakhman (0813 1084 5934) atau Ali Mulyadi (021 3433 7848, 0857 8174 2926)
Asrama Beastudi Etos Jakarta : Jl. Merak No. 6 RT. 03 /02, Kel. Beji Timur, Kota Depok 16424
Bogor :
Setyo Budi (0813 1760 6699), atau Robbi (0852 1565 7054)
asrama Etos (0251) 862 6633
Asrama Etos Bogor : Jl. Kampus Dalam IPB Dramaga, Babakan Raya 4 No. 68 RT 7/RW 3, Kec. Dramaga, Kab. Bogor 16680
Bandung :
Gantina Rahmaputri (0857 2339 2542, 0878 2193 7797) atau Nur Ahmadi (0813 1288 8188)
Asrama Etos (022) 250 8235
Asrama Etos Bandung : Jl. Ciheulang 89 Sekeloa 40134
Semarang :
Effendi Nugroho (0811 272 6772) atau Pariman (0852 2699 2485)
Asrama Etos Semarang : Jl. Banjar Sari, Gang Iweni Sari No. 18 Tembalang, Semarang 50275
Yogyakarta :
Murwantoko (0878 3811 5905), Fauziatul Muslimah (0857 2979 0039), Dunilah (0857 2936 4921)
Asrama Etos Yogya : Jl. Kaliurang KM 5,6 Gg. Pandega Duksina CT 1 No. 14 A, Depok Condong Catur, Sleman, Yogyakarta 55281
Malang :
Abdul Khaqim (0856 4955 2474), Harisah (0857 4950 3783), Ajeng (0852 3457 7714)
Asrama Etos Malang : Jl. Watu Gilang 1 No.19, Ketawang Gede, Lowokwaru, Malang 65145
Surabaya :
Nurul Aisyah (0856 4812 6140), Sayyid Bashori (0857 3077 9358), Muamar Khadafi (0852 301 41 990)
Asrama Etos Surabaya : Jl. Keputih Gang 3 no.47, Sukolilo Surabaya 60111
Makasar :
Anwar (0811 417 504), Ranto Ari P (0852 9964 6620), Misbahuddin Azis (0813 5585 4858), Rahmawaty (0852 4273 6427)
Asrama Etos Makassar : Komplek BTN Asal Mula Blok D5/5, Kel. Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Makassar 90245
Samarinda:
Dompet Dhuafa Samarinda (0541 748711), Sapar (0856 5424 1078)
Unit Layanan Dompet Dhuafa Kalimantan Timur
Jl. Camar No. 98 RT. 27, Kelurahan Bandara, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda
—
Jika ada pertanyaan, terutama untuk Etos wilayah Bandung, silakan kirim email ke nur.el.ahmadi@gmail.com atau YM: magic_power132. Terima kasih.
Tahapan seleksi sebagai berikut :
1. Seleksi administratif
2. Tes tulis & wawancara
3. Home visit
4. Seleksi masuk PTN
Persyaratan Umum :
* Lulus SMA/ sederajat
* Akan mengikuti seleksi masuk PTN program S1
* Diterima pada PTN dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi Etos
Persyaratan Khusus :
* Beragama Islam
* Berasal dari keluarga tidak mampu
* Melampirkan surat keterangan tidak mampu dan slip gaji/surat keterangan penghasilan dari ketua RT atau DKM setempat
* Melampirkan Daftar Riwayat Hidup/ Biodata
* Mengisi dan menandatangani akad Beastudi Etos
* Melampirkan fotokopi raport SMA semester 1 – 5, STTB (bagi yang sudah lulus), Kartu Keluarga, KTP/ Kartu Pelajar
* Pas Foto 4 x 6 sebanyak 2 lembar
* Foto rumah (tampak keseluruhan, dan bagian dalam)
* Membuat tulisan tentang perjalanan kisah hidup
Biodata dan Akad Beastudi Etos dapat diunduh di sini.
Adapun jurusan yang direkomendasikan, dapat dilihat di sini.
Seluruh berkas pendaftaran dapat dikirimkan melalui ke alamat Asrama Beastudi Etos daerah terdekat dari calon pendaftar.
Contact Person Panitia Daerah :
Padang :
Meifal Rusli (0812 6695 3417) atau Parwanto (0852 6396 7234)
Asrama Beastudi Etos Padang : Kelurahan Kepalo Koto no.43, Kec. Pauh, Padang 25163
Jakarta :
Abdurakhman (0813 1084 5934) atau Ali Mulyadi (021 3433 7848, 0857 8174 2926)
Asrama Beastudi Etos Jakarta : Jl. Merak No. 6 RT. 03 /02, Kel. Beji Timur, Kota Depok 16424
Bogor :
Setyo Budi (0813 1760 6699), atau Robbi (0852 1565 7054)
asrama Etos (0251) 862 6633
Asrama Etos Bogor : Jl. Kampus Dalam IPB Dramaga, Babakan Raya 4 No. 68 RT 7/RW 3, Kec. Dramaga, Kab. Bogor 16680
Bandung :
Gantina Rahmaputri (0857 2339 2542, 0878 2193 7797) atau Nur Ahmadi (0813 1288 8188)
Asrama Etos (022) 250 8235
Asrama Etos Bandung : Jl. Ciheulang 89 Sekeloa 40134
Semarang :
Effendi Nugroho (0811 272 6772) atau Pariman (0852 2699 2485)
Asrama Etos Semarang : Jl. Banjar Sari, Gang Iweni Sari No. 18 Tembalang, Semarang 50275
Yogyakarta :
Murwantoko (0878 3811 5905), Fauziatul Muslimah (0857 2979 0039), Dunilah (0857 2936 4921)
Asrama Etos Yogya : Jl. Kaliurang KM 5,6 Gg. Pandega Duksina CT 1 No. 14 A, Depok Condong Catur, Sleman, Yogyakarta 55281
Malang :
Abdul Khaqim (0856 4955 2474), Harisah (0857 4950 3783), Ajeng (0852 3457 7714)
Asrama Etos Malang : Jl. Watu Gilang 1 No.19, Ketawang Gede, Lowokwaru, Malang 65145
Surabaya :
Nurul Aisyah (0856 4812 6140), Sayyid Bashori (0857 3077 9358), Muamar Khadafi (0852 301 41 990)
Asrama Etos Surabaya : Jl. Keputih Gang 3 no.47, Sukolilo Surabaya 60111
Makasar :
Anwar (0811 417 504), Ranto Ari P (0852 9964 6620), Misbahuddin Azis (0813 5585 4858), Rahmawaty (0852 4273 6427)
Asrama Etos Makassar : Komplek BTN Asal Mula Blok D5/5, Kel. Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Makassar 90245
Samarinda:
Dompet Dhuafa Samarinda (0541 748711), Sapar (0856 5424 1078)
Unit Layanan Dompet Dhuafa Kalimantan Timur
Jl. Camar No. 98 RT. 27, Kelurahan Bandara, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda
—
Jika ada pertanyaan, terutama untuk Etos wilayah Bandung, silakan kirim email ke nur.el.ahmadi@gmail.com atau YM: magic_power132. Terima kasih.
Subscribe to:
Posts (Atom)